Mungkin
baru sebentar aku mengenalnya, tapi entah mengapa dia telah membuatku suka.
Kata orang “suka pada pandangan pertama”. Hahaha menurutku dia manis, dia baik,
dan mungkin dia pengertian. Kata pengertian itulah yang membuatku suka.
Entah
hari apa aku bertemu dengannya, aku pun tak dapat memastikannya, mungkin hari
rabu bulan oktober 2011. Pertemuan yang tak pernah diduga. Pertemuan singkat
yang membuatku semakin penasaran dengan sosok dirinya.
Mulai dari pertemuan singkat itulah kami semakin dekat, dan mungkin aku tlah menginginkan dia menjadi milikku. Tapi semua itu tak mungkin terjadi, karna aku merasa tak pantas untuknya.
Menurut teman sebangku ku kehidupan dia begitu mewah, sedangkan aku penuh dengan kekurangan.
Apalah daya, aku hanya bisa menyimpan perasaan ini .
Suatu saat, aku membuat status di sebuah akun facebook. Kaget, pakek banget. Ketika dia mengomentari statusku itu. Yang intinya, dia menyuruhku untuk tetap sabar, karna dia tu sulit untuk jatuh cinta. Hatiku seolah gembira, karena ada harapan. Tapi di suatu sisi hatiku resah, gelisah, gundah, karena aku takut penantianku sia-sia.
Mulai dari pertemuan singkat itulah kami semakin dekat, dan mungkin aku tlah menginginkan dia menjadi milikku. Tapi semua itu tak mungkin terjadi, karna aku merasa tak pantas untuknya.
Menurut teman sebangku ku kehidupan dia begitu mewah, sedangkan aku penuh dengan kekurangan.
Apalah daya, aku hanya bisa menyimpan perasaan ini .
Suatu saat, aku membuat status di sebuah akun facebook. Kaget, pakek banget. Ketika dia mengomentari statusku itu. Yang intinya, dia menyuruhku untuk tetap sabar, karna dia tu sulit untuk jatuh cinta. Hatiku seolah gembira, karena ada harapan. Tapi di suatu sisi hatiku resah, gelisah, gundah, karena aku takut penantianku sia-sia.
Si
misterius itu bernama Dani, menurutku aku dan Dani semakin dekat, dekat dan
dekat. Bahkan aku pernah menhkhayal untuk jadi kekasihnya, bayangan bayangan
itu pudar saat aku merasa aku hanya dipermainkan, aku pun bingung kenapa
demikian. Mungkin karna dia tak membalas sms ku, tapi malah sms temenku yang
isinya dia mau main ke rumahnya.
Kecewa, kata itu yang sempat aku dapatkan saat itu. Hatiku ingin mendapatakannya tapi dia bersikap demikian. Sontak fikiranku suram, yang ada fikiran negative,negative dan negative .
Sejak itu aku berfikiran, aku memang tak pantas untuk dirinya.
Kecewa, kata itu yang sempat aku dapatkan saat itu. Hatiku ingin mendapatakannya tapi dia bersikap demikian. Sontak fikiranku suram, yang ada fikiran negative,negative dan negative .
Sejak itu aku berfikiran, aku memang tak pantas untuk dirinya.
Hari
demi hari aku menanti, detik demi detik aku menunggu. Menunggu hal yang tak
pasti. Pernah ku mengira dia cowok playboy pernah juga aku mengira dia cowok
yang bisanya mempermainkan cewek. Tapi aku berfikir lagi, aku baru beberapa
hari mengenalnya, apakah pantas berfikiran sedemikian, menurutku tak pantas.
Mungkin
dia seperti itu karena pernah di permainkan seorang cewek atau mantan
kekasihnya. Hati seorang cewek akan hancur bila dia disakiti atau dikhianati
sama seseorang yang disayanginya. Mungkin itu berlaku juga dengan seorang
cowok. Hahaha aku tertawa kecil setiap aku memikirkan itu. Mengapa setiap
hubungan harus ada tersakiti dan menyakiti?? Tanda Tanya bedar di benakku. Tapi
lupakanlah, sekarang yang ku fikirkan hanyalah aku INGIN JADI KEKASIHNYA.
Hahaha kelihatan memaksa sekali ya.
Ditanggal
10 oktober 2010 aku pengen banget di tanggal itu ada yang special. Tapi itu
cuma harapan, dan sekedar harapan. Pupus sudah harapan itu hanya diangan, dan
tak terwujudkan. Saat malam menjelang, dan aku sudah tak memikirkan harapan itu
tiba-tiba ada kejadian. Kejadian yang menurutku aneh, tapi itu nyata. Dari
bercanda menjadi agak benci. Aarrrggghh apa yang ku katakana saat itu? Sehingga
membuatku lebih berfikir agak panjang dan lebih kearah dewasa. Apakah itu sosok
diriku, mungkin tidak. Aku pun tak mengerti. Kejadian yang mungkin hanya sekali
seumur hidup, aku sia-siakan dengan beberapa kata. Menyesal? Yah, mungkin .
Kecewa? Hmm mungkin. Sakit hati? bisa iya bias juga tidak, karena saat itu aku
belum terlalu sayang kepadanya. Tetes air mata turun, untuk pertama kalinya aku
menangis karna orang yang belum terlalu mengisi hari-hariku. Dibilang menyesal,
tapi meman menyesal. Tapi bila saat itu aku menyatakan perasaanku, pastilah
cinta bertepuk sebelah tangan yang aku terima.
Ayolah kawan, berfikir lebih dewasa, dan menjadi lebih dewasa. Karna dia bukan pangeran hatimu.
Ayolah kawan, berfikir lebih dewasa, dan menjadi lebih dewasa. Karna dia bukan pangeran hatimu.
Tetap
semangat dan tersenyum, kejadian itu telah membuatku semakin kuat dan tetap
menunggunya. Aku tak tau, mengapa diriku menjadi seperti ini. Mana Queen yang
dulu, yang selalu semangat dan tak menjadi lemah cuma karena seorang cowok yang
tak lama dia kenal.
Ku
lihat kedepan, dan tak melihatyang ada dibelakang. Ku terus berjalan dan berjalan.
Melihat samping kanan yang mungkin kan membutuhkan kasih sayangku. Sampai saat
ini tak ada yang bisa menggantikannya . Karna dia special di hatiku, dia yang
telah membuatku menunggu . Your special in my heart.
JbersambungJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar